Senin, 30 Maret 2015

Pulau Lombok 2nd Ignition

Keliling Singkat Pulau Lombok

21-22 Maret 2015 

 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dari kiri ke kanan :
Puguh, Cholis, Firman, David, Akin, Imran


20 Maret 2015
Perjalanan Dimulai dari Denpasar setelah sholat Jum'at, menggunakan sepeda motor kami berenam menuju Pelabuhan Padangbai. Info dari teman, mereka mengantri hingga 11 jam untuk bisa masuk kapal, agak lesu juga mendengarnya. Pukul 15.30 WITA, kami tiba di Padangbay, ternyata antrian tidak sepanjang yang saya kira. Kami berhasil masuk ke kapal pukul 18.00 WITA.
Segera kami mencari tempat duduk dan istirahat. Keadaan masih kondusif saat diputarnya film Rambo I di layar TV. Beberapa saat kemudian muncullah sepasang muda-mudi yang berlagak seperti sepasang kekasih yang telah dipisahkan puluhan tahun akibat perang Korea Utara dengan Korea Selatan bertingkah norak mulai beraksi. Pemandangan mulai tidak sinkron antara film dengan bangku depan, saya memilih keluar untuk melihat pemandangan.
Sialnya, pemandangan tidak sinkron ini berlanjut dari mulai Rambo I sampai Rambo III, what the *^&&%#^$%$#

Pukul 22.00  WITA kami tiba di Pelabuhan Lembar, dilanjutkan menuju kota Mataram. Di Mataram kami bertemu rombongan kawan yang berencana menuju Pulau Kenawa, dan diajak untuk menginap di rumah singgah Backpacker Indonesia Chapter Lombok.

Rabu, 25 Februari 2015

Cadas Puncak Timur Gn. Agung (Bagian 2)

"Merasa hebat? Jangan pernah kawan,
Bukankah sudah pernah dikatakan sebelumnya? 
Kita hanya orang-orang yang beruntung masih diberikan kesempatan
untuk menginjakkan kaki di puncak-puncak gunung-Nya
Tidak lebih...
Tidak lebih..."

Gn. Agung via Kedampal 2900mdpl
14 - 15 Februari 2015 (bagian 2)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



kabut di jalur turun dari puncak, berasa seperti di Silent Hill
 Chapter 4 - Team, fallback!!
12.30 WITA - Kembali ke Kori Kedampal (2700 mdpl)
Cukup lama berada di puncak, kami pun memutuskan untuk segera turun. Angin laut sudah mulai meniupkan awan ke puncak gunung. Temperatur turun secara drastis. Jalur pendakian mulai ditutupi kabut. Ternyata turun tidak semudah yang kami kira, jalur yang curam dan licin, memperlambat gerakan secara signifikan. Karena merasa kurang tidur, akhirnya kami memilih tidur sebentar di Kori Kedampal setelah sholat.
"Turu sek bos..."

Cadas Puncak Timur Gn. Agung (Bagian 1)

"Merasa hebat? Jangan pernah kawan,
Bukankah sudah pernah dikatakan sebelumnya? 
Kita hanya orang-orang yang beruntung masih diberikan kesempatan
untuk menginjakkan kaki di puncak-puncak gunung-Nya
Tidak lebih...
Tidak lebih..."

Gn. Agung via Kedampal 2900mdpl
14 - 15 Februari 2015 (bagian 1)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Tanjakan akhir puncak timur Gn. Agung 2900mdpl
Disclaimer :
Tulisan ini hanya sebuah catatan perjalanan sesuai tanggal yang tercantum. Bukan sebagai acuan mutlak pendakian. Jalur ini tidak dibuka dan direkomendasikan untuk umum, karena tidak ada/belum ditemukan sumber air, tidak ada pengaman jalur, tidak ada petunjuk arah, jalur yang rentan cuaca ekstrim, ditambah trek pendakian yang berupa jalur air di musim hujan dan rawan kebakaran di musim kemarau.
Silahkan melihat referensi lain pada link berikut :
http://magic-muse.blogspot.com/2015/01/catatan-perjalanan-mendaki-gunung-agung.html



Prolog
Berawal dari keinginan untuk mencari aplikasi android lain untuk survey, secara tidak sengaja saya menemukan peta yang berisi jalur timur Gn. Agung. Jika sebelumnya saya sudah pernah melewati jalur barat daya (Besakih) dan Selatan (Pura Pasar Agung), begitu melihat jalur ini saya merasa sangat antusias dan ingin mencobanya, walaupun cuaca sangat tidak bersahabat akhir-akhir ini.
Ubek-ubek sedikit di berbagai situs, saya menemukan data track log jalur ini dari seorang bule yang bernama Thomas Ulrich. Setelah menganalisa jalur dari track log tersebut, akhirnya kami (saya, Eko Hariyanto, dan Mas EkoSangalam) memutuskan berangkat mengikuti jalur ini pada tanggal 14-15 Februari 2015.

Sabtu, 31 Januari 2015

A Little Piece of Heaven (Ini Bukan tentang Travelling)

"Perlahan topeng kapitalisme tidak hanya menutupi wajah tapi juga hati para pembesar negeri ini..."

UJUNG ASPAL PULAU SERANGAN

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 
Sebagian kecil hasil reklamasi Pulau Serangan

Pulau Serangan. Sore itu matahari masih terasa terik menyinari aku dan temanku. Berdua kita menyusuri jalan berbatu hasil kreasi dari reklamasi. Bukan jalan-jalan, bukan pula menghilangkan penat, hanya menyelesaikan amanah yang akan berlangsung pekan ini.
Ya, aku tahu dan sedikitnya mengerti. Pulau ini jelas bertambah luas jika dibandingkan saat aku mengelilinginya di jaman SMA. Disebelah barat sana, terlihat gundukan pasir yang menghalangi keindahan laut. Revitalisasi teluk benoa untuk mengembalikan fungsi dari hutan mangrove kata "mereka". Huh, konyol!! bagiku slogan itu tak lebih hanya bualan para pemilik modal untuk melanggengkan "kuku tajam" mereka di Pulau kecil cantik yang semakin rapuh ini. Sedikit heran juga, di Bali penolakan terhadap proyek ini begitu bertubi-tubi, tapi seakan hilang tanpa asap bagai lenyap di telan bumi dari liputan media nasional.

Kamis, 29 Januari 2015

Review Osprey Kestrel 48L

OSPREY KESTREL 48L

Kestrel 48L

Carrier opsi kedua saya bila melakukan pendakian atau trip keluar kota. Merupakan barang second yang saya beli dari seorang teman.
Awalnya agak ragu dengan modelnya yang berbeda dengan katalog Osprey th 2013, setelah mencari info ternyata ini produk sebelum th 2012, perbedaan mencolok dengan versi th 2012 keatas adalah :
1. Logo Osprey pada top head berbentuk bordiran setengah lingkaran; versi th 2012 menggunakan semacam sablon berbentuk oval
2. Logo Osprey pada kantong mesh luar berwarna hitam tidak glow in the dark; versi th 2012 berwarna putih dan glow in the dark
3. Font Kestrel 48L pada sisi kiri terbordir secara horizontal; versi th 2012 terbordir secara vertikal
4. Cover bag tersablon lambang Osprey; versi th 2012 tersablon mirip dengan gambar pada head carrier
5. Separator kantong utama dengan kantong bawah tidak ada, versi th 2012 ada
6. Torso Size pada strap belt kanan, tidak ada ukuran dalam cm; versi th 2012 torso size terletak pada sisi samping, ada ukuran dalam cm
7. No. seri PO tidak ada; versi th 2012 terdapat di bawah tulisan "made in vietnam"
8. Strepnum belt cuma ada 3 posisi, menggunakan lubang; versi th 2012 lebih adjustable, menggunakan sistem geser

Setelah pikir panjang, saya pinang juga ini carrier, hitung-hitung biar pernah aja manggul merk "emprit Londo"

Selasa, 06 Januari 2015

Mengecek Kembali Arah Kiblat

"sudah seharusnya kita selalu belajar di setiap momen yang ada..."

Sudah Benarkah Arah Kiblat Kita?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم  

Tulisan ini semata-mata untuk uji coba, bukan untuk menjustifikasi benar atau salahnya arah kiblat suatu masjid

Karangasem, 6 Januari 2015. Setelah berkeliling memantau keadaan proyek di Seraya, saya mengunjungi sebuah masjid di daerah Kota Karangasem. Masjid Jami' An-Nur namanya.
Masjid Jami' An-Nur depan Hardys Kota Karangasem
Usai melaksanakan sholat, saya sedikit iseng untuk mencari tahu posisi arah kiblat masjid ini.
Pengukuran arah kiblat menggunakan sensor kompas Casio Protrek PRW 3000

Senin, 27 Oktober 2014

Menuntaskan 10 Puncak Tertinggi Bali (Chapter Gn. Adeng)

"ya, aku rindu keheningan ini..."

MENIKMATI KEHENINGAN
PUCAK ADENG 1.816mdpl
4 Oktober 2014

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

long way to the top

3 Oktober 2014
Masih melanjutkan mimpi menggapai 10 puncak tertinggi Bali, saya memilih Pucak Adeng sebagai destinasi berikutnya. Berbekal informasi dari pemilik tulisan 10 puncak tertinggi Bali, si Yogi Pratama saya mengajak kawan untuk ikut serta walaupun yang bisa ikut serta hanya 2 orang saja, Eko & Lanang.