Senin, 23 Mei 2016

Tutorial Membuat 3D Map Garmin Basecamp

Tutorial Membuat 3D Map
Garmin Basecamps

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Peta 3D Gunung Rinjani dengan Garmin Basecamp

Garmin Basecamp adalah aplikasi pengolah data GPS dari Garmin yang penggunaaan sangat luas. Salah satu diantaranya adalah visualisasi peta baik secara 2 Dimensi maupun 3 Dimensi.
Oleh karena peta yang ditampilkan oleh Garmin Basecamps ini merupakan open source, jadi sangat banyak pilihan peta yang bisa digunakan.
Pada gambar diatas saya menggunakan gabungan antara peta Navnet, Topografi dan DEM. Berikut langkah-langkah untuk menggabungkan beberapa peta agar menjadi peta 3D.

Selasa, 26 April 2016

Sidequest Puncak Tertinggi Bali

"Sensasi tersendiri saat menapaki gunung yang sunyi"

Menelusuri Jejak Kuno Sang Pandhita
Pucak Antap Sai, Gunung Bon 1852 mdpl
3 Januari 2016

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Pura Pucak Entap Sai Bon
Ahad yang cerah disaat Eko datang berkunjung dan mengajak mendaki gunung. Aku menyanggupi dengan syarat gunungnya dekat dan cepat. Maklum, sedang persiapan acara besar, jadi malas untuk pergi jauh-jauh, hehe...

Kami pilih untuk mengunjungi Gunung Bon, yang terletak di Desa Bon, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Kami yang terdiri dari saya, Eko dan mas Fariz berangkat dari Denpasar pukul 10.00 WITA.
Setelah perjalanan sekitar 1.5 jam yang lumayan melatih skill mengemudi, akhirnya kami tiba di simpangan jalan menuju jalan setapak.

Kami memutuskan untuk menitipkan kendaraan di sebuah rumah penduduk yang paling dekat dengan jalan masuk ke hutan. Kami disambut dengan ramah, sayang sekali aku lupa nama pemilik rumah tersebut.

11.30 WITA - Start Tracking
jalan menuju hutan
Diawal jalur kami disuguhi pemandangan tanaman-tanaman kebun dan rerumputan gajah yang biasa dijadikan pakan ternak. Semakin ke dalam pemandangan menjadi mirip dengan hutan di Pucak Mangu. Jalur relatif landai dan mudah untuk diikuti. Karena kelembaban hutan tinggi, disamping itu karena masih berada pada musim penghujan, terasa sangat gerah saat melewatinya.




Minggu, 24 April 2016

Lets Play Archery

Newbie in Archery

ketika mengikuti Borneo Open 2016

Archery atau panahan, sudah hampir 8 bulan lamanya saya mengikuti hobi baru ini. Sangat menarik, karena selain olah raga diperlukan juga olah rasa dan olah pikir. Selain itu, olahraga ini juga disunnahkan oleh Nabi Muhammad Shollallahu Álaihi Wa Sallam.
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka. Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ahmad dan lainnya)

Mulai dari latihan awal yang sangat kaku saat memegang busur sampai akhirnya coach menyuruh untuk mengikuti lomba Borneo Open 2016 di Balikpapan, semua terasa begitu menyenangkan.


Kamis, 17 Maret 2016

Ciremai Punya Cerita (Bagian 2)

West Java's Highest Summit
Gunung Ciremai
3.078 mdpl
6-7 Juni 2015
(bagian 2)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

puncak Gn. Ciremai

Chapter 3 - Ketika Gunung tidak bersahabat
19.00 WIB - menuju Pesanggrahan
Kami, tim enjoy masih berusaha mengejar tim turbo yang kemungkinan saat ini sudah kelaparan. Walaupun ada beberapa diantara mereka yang sudah berpengalaman dalam pendakian, tetapi kami masih was-was.
Saat langit mulai gelap, kabut mulai turun dan semakin pekat seiring bertambahnya ketinggian jalur yang kami capai.
Karena diantara kami sudah mulai ada yang terlihat kelelahan sehingga pergerakan menjadi lambat, akhirnya tim ini dibagi lagi menjadi dua. Saya ditempatkan di tim 1 bersama Bang bayu dan Teguh bertugas mengejar dan membawakan peralatan masak.
Bergegas kami bertiga menuju pos selanjutnya yaitu Pesanggrahan.

19.21 WIB - Pesanggrahan > Sanghyang Ropoh
setiba di pos ini, kami mencari-cari kemungkinan keberadaan tim turbo. Mungkin saja mereka memutuskan berhenti dan ngecamp disini, namun ternyata nihil. Malah kami bertemu bule yang memberi peringatan bahwa ada babi hutan disekitar pos Pesanggrahan.
"Ada babi...", kata sang bule dengan bahasa Indonesia yang sedikit terpotong-potong. Awalnya kami tidak ngeh artinya, apakah dia bermaksud bertanya atau memberitahu, setelah dia menunjuk ke arah pepohonan barulah kami mengerti.
Karena tidak ada tanda-tanda tim turbo, kami lanjut lagi ke pos berikutnya Sanghyang Ropoh dengan kondisi kabut yang semakin tebal.